Beli atau Bangun Rumah

Anda pastinya tak sulit menemukan baliho dan spanduk promosi perumahan dan apartemen di persimpangan jalan raya kota-kota besar. Namun hingga kini, iklan-iklan perumahan tersebut tak seluruhnya mampu mengajak orang untuk membeli rumah. Masih saja ada orang yang ingin membangun rumah. 

Ada banyak alasan yang mendorong mereka rela menabung, mencari lokasi rumah (tanah) yang strategis hingga memikirkan desain rumah sesuai kebutuhan dan keinginannya. Sebagian besar mereka meyakini, rumah yang dibangun dengan biaya dan rancangan sendiri lebih memberikan kepuasan dan siapa tahu bisa lebih menghemat biaya. Disini, kepuasan yang dimaksud yakni dapat mengelola dan mengawasi sendiri pembangunan rumah sesuai keinginan dan kebutuhan. 

Meski demikian, masih ada segolongan masyarakat yang memilih tidak berlama-lama memiliki rumah pribadi yakni langsung membeli rumah. Biasanya mereka adalah keluarga baru yang membutuhkan tempat tinggal instant sehingga dapat segera menempatinya. 

Pasangan muda ini umumnya juga tak memiliki dana cash berjumlah banyak dalam sekejap, artinya bukan dari hasil menabung. Dengan adanya alternatif membeli rumah langsung jadi, mereka bisa memiliki pembiayaan ringan dan dapat mencicil dalam jangka panjang, meskipun dalam rupiah tidak murah juga.

Selain itu, mereka biasanya sudah mengesampingkan kualitas dan selera terhadap rumah yang dibeli. Sekarang, Anda akan menjadi pembeli rumah atau perancang rumah sendiri? Sebelum memutuskan, ada baiknya mencermati tips berikut ini :




Yang pas buat Anda, bangun konstruksi rumah atau beli jadi?

Berada di pameran perumahan yang ramai dengan berbagai penawaran dan berdesakan dengan para pengunjung, jangan sampai membuat Anda terganggu. Selain mengambil brosur-brosur yang Anda perlukan, fokuskan kebutuhan Anda. 

Mungkin saja, Anda lebih memilih untuk membeli rumah yang sudah jadi karena adanya tawaran yang menguntungkan dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebuah bank. Bisa juga sebaliknya. Karena kurang cocok dengan harga rumah berikut desain yang ditawarkan, Anda cenderung memikirkan untuk membangun rumah saja.

Oleh karena itu, Anda bisa meminta bantuan dari ahli rancang bangunan dan Anda bisa menemuinya dengan mudah di pameran properti ini. Biasanya, mereka hadir di dalam berbagai talkshow. Mungkin saja, karena waktu yang terbatas, Anda tak bisa mengutarakan seluruh keinginan Anda. Namun, Anda bisa meminta kartu namanya lalu membicarakan kebutuhan membangun rumah Anda di lain tempat dan waktu. Yang jelas, pastikan dulu, apakah Anda memang ingin membangun rumah atau tak memiliki banyak waktu sehingga cukup membeli rumah saja?


Apa saja keuntungan dari membangun rumah?

Ini kesempatan Anda pertama kali untuk membangun rumah? Pasti sama menariknya dengan memikirkan apa saja yang Anda aplikasikan di dalamnya. Jika ingin membangun rumah, utamakan hal-hal berikut:

- Karena membeli lahan sendiri, berhati-hatilah mendapatkannya. Perhatikan surat-surat tanah tersebut dan periksakan ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) setempat. Jangan lupa juga, cek peruntukan lahan tersebut ke Dinas Kota/Daerah, apakah lahan tersebut boleh dibangun rumah tinggal sesuai keinginan Anda. Untuk DKI Jakarta, informasi dapat diperoleh di kantor kecamatan setempat.

- Anda tentu saja tak terikat dengan jadwal pembayaran kredit pemilikan rumah (KPR), karena Anda yang menentukan jadwal/progres pembangunan rumah.

- Buat dulu blue print rumah Anda, yang akan berfungsi sebagai pedoman saat mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Sebaiknya konsultasikan dengan rekan yang mengetahui desain rumah. Dengan memiliki IMB, Anda bisa menghemat bahkan terbebas dari biaya ‘terselubung’.

- Kalau IMB sudah ditangan, sekarang tinggal membuat skala prioritas ruangan yang akan dibangun. Jadi, dengan dana yang terbatas sekalipun, Anda tetap bisa membangun ruangan-ruangan penting seperti ruang keluarga dan kamar mandi. Dalam ruang keluarga ini, sementara bisa berfungsi sebagai kamar tidur, ruang makan, dan dapur. Sedangkan kamar mandi memang sangat diperlukan sehari-hari. Surveilah harga bahan bangunan yang diperlukan. Kecuali cat dan semen yang memiliki harga dan kualitas bervariasi, pastikan Anda mendapatkan bahan bangunan yang berkualitas baik.

- Selanjutnya, pastinya Anda juga akan melakukan finishing rumah. Biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 30 persen dari harga bangunan. Karena tak sedikit, Anda bisa melakukannya pelan-pelan. Anda boleh saja memilih untuk mengutamakan finishing di dalam rumah daripada diluar rumah, mengingat estetika dan kesehatan lingkungan di dalamnya. Untuk dinding dalam, bisa dikapur atau dengan cara lain. Terutama jika Anda ingin mengekspose dinding (tanpa perlu finishing). Yang jelas,  pengerjaan dinding dilakukan dengan rapi.

- Cat rumah dengan warna terang, antara lain bisa membuat ruangan menjadi terang dan luas, sehingga menghemat penerangan.

- Dengan demikian, Anda bisa mendiami “istana” yang Anda bangun dengan keinginan sendiri. Setelah Anda tinggal didalamnya, tentunya penghasilan dan uang tabungan akan terkumpul lagi. Waktunya menambah kamar tidur dan ruangan lainnya seperti ruang tamu, kamar pembantu, garasi, dan sebagainya. Maka, bangunan rumah Anda berhasil didirikan secara keseluruhan.


Lihat juga, apa saja keuntungan membeli rumah langsung jadi?

- Tak perlu repot meneliti dan mencari harga tanah yang pas sesuai kantong. Anda bisa mendapatkan rumah idaman dengan mengajukan KPR di bank. Anda langsung memiliki dan menempati rumah meski hanya membayar maksimal 37 persen dari harga rumah.

- Pilih bunga KPR yang terendah jadi Anda bisa mengalihkan kredit mobil dan kartu kredit ke KPR.

- Legalitas rumah lebih terjamin.

- Harga rumah lebih terjaga.

- Dana membeli rumah yang tersisa bisa digunakan untuk rencana keuangan lainnya misalnya, berinvestasi, berdagang ataupun berlibur.

- Dekat dengan berbagai fasilitas di perumahan tersebut, misalnya sekolah, mall, pasar, bank, dll.

Trik Membeli Rumah

Membeli rumah adalah proses pembelian terpenting dalam hidup Anda. Persiapan dana, waktu dan pemikiran harus Anda punya sebelum memutuskan untuk membelinya. Terutama jika Anda ingin membeli rumah bekas (second) yang pernah ditempati orang lain. Prinsip teliti sebelum membeli harus Anda terapkan disini. Jangan takut untuk menjadi sedikit ‘cerewet’ dan banyak bertanya tentang isi rumah tersebut. Karena meski penjual telah menjelaskan kondisinya, Anda pasti ingin mengetahui tiap detil rumah itu.

Dan bila perlu, Anda bisa menyewa tukang profesional yang mengerti tentang detil bangunan seperti kontraktor. Karena jika Anda tidak mengerti apa yang Anda periksa, akhirnya Anda hanya akan membeli rumah yang rusak dan bermasalah. Untuk membantu Anda, dibawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda tanyakan dan periksa dengan teliti kepada penjual/pemilik rumah.




1. Harga beli & jual rumah

- Tanyakan berapa harga beli rumah tersebut ketika dulu dibeli. Hal ini dapat membantu Anda untuk menekan harga, dan kadang-kadang dapat membuat penjual ikut menanggung sebagian beban kredit. Tapi jangan lupa  bahwa harga sebuah rumah dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya termasuk harga pasaran saat itu, renovasi yang pernah dilakukan, dan lain-lain. Malah kadang-kadang, harga beli rumah justru tidak berhubungan dengan harga pasaran saat itu.

- Sesuaikan harga jual rumah dengan budget Anda. Bila harganya sesuai dengan daya beli Anda dan Anda telah jatuh cinta pada rumah tersebut, seharusnya harga tidak jadi masalah. Namun Anda perlu pertimbangkan sisi investasinya. Jika suatu saat Anda harus menjual cepat rumah tersebut, return-nya bisa sangat kecil atau malah rugi. Rundingkan harga berdasarkan harga pasaran saat ini dan data yang Anda miliki. Dan perhatikan sikap Anda dalam berunding agar tidak menyinggung pihak penjual/pemilik rumah. Karena banyak transaksi rumah gagal karena ketersinggungan di kedua pihak.


2. Alasan menjual rumah

- Pertanyaan ini dapat membantu Anda sebagai pihak pembeli untuk menilai 'harga sesungguhnya' dari rumah tersebut. Pihak pembeli hendaknya berusaha mengerti apakah terdapat alasan bagi penjual untuk tidak menyukai rumah tersebut. Bila ada, Anda mungkin mempunyai harapan untuk bernegosiasi lebih lanjut.

- Menurut buku Lima Saluran Pipa Penghasil Kekayaan oleh RG Allen, ada 20 alasan mengapa orang ingin menjual rumahnya. Misalnya, pemilik rumah punya masalah dengan kesehatan dirinya atau keluarganya sehingga membutuhkan uang cepat. Atau ketika membeli rumah tersebut, si pemilik tidak memahami kondisi pasar dan prinsip investasi sehingga bukannya menguntungkan malah menjadi rugi. Dan alasan-alasan lainnya yang sebagian besar justru ada pada si pemiliknya, bukan pada propertinya.


3. Periksa kembali kondisi bangunan

- Periksalah pondasi, struktur bangunan, lantai dan atap. Apakah ada bagian yang retak atau ada bekas air di dinding yang horisontal? Dan apakah ada bagian lantai yang mengembung?

- Apa ada tanda serangan rayap? Anda bisa melihat dari adanya gundukan kecil tanah di beberapa tempat, kondisi kayu-kayu di rumah itu, atau di rumah sebelah. Karena jika ada rayap di satu rumah, berarti hanya menunggu waktu untuk menyebar ke rumah yang lain. Dan akan lebih baik jika semua kayu yang digunakan untuk rumah tersebut adalah kayu jati.

- Mintalah denah rumah terakhir untuk memeriksa semua ruangan di rumah. Apakah jumlah ruangan dan ukurannya cocok atau ada ruangan yang hilang? Ini akan berguna untuk penempatan perabotan dan pengaturan ruangan lainnya. Tanyakan juga usia bangunan, kapan renovasi terakhir, apa yang direnovasi dan mengapa direnovasi. Bila bangunan sudah berusia di atas 10 tahun biasanya sudah ada yang diganti. Dokumentasikan semua kekurangan yang Anda temui sebagai bahan perundingan harga.

- Periksa daya, distribusi dan kondisi kabel listrik. Rasakan sirkulasi udara di setiap ruangan. Bila Anda merasa sumpek, apakah bisa diperbaiki dengan mudah atau harus dipasang AC? Periksa juga intensitas cahaya di setiap ruangan. Ruangan yang kurang cahaya akan menjadi lembab. Akibatnya barang-barang di dalamnya cepat berjamur dan menimbulkan bau.

- Periksa sumber air dan pastikan airnya bersih. Lalu coba Anda tutup semua keran tapi buka keran utama, atau hidupkan pompa air lalu cari dinding atau lantai yang basah. Jika ada dinding yang basah, bisa jadi Anda akan menghabiskan biaya renovasi yang besar nantinya.

- Periksa jalur pembuangan sisa rumah tangga, letak septic tank, tempat pembuangan sampah dan jadwal pengambilannya. Periksa jalur gas dengan cara yang sama dengan pipa air dan pastikan tidak ada bau gas yang terasa di semua ruangan.

Menawar Rumah

- Ada  seni dan trik tersendiri yang diperlukan orang saat menjual atau membeli sesuatu, yaitu proses tawar-menawar harga. Bagi pembeli, kemampuan tawar-menawar penting agar harga yang harus ditawar tidak terlalu tinggi atau di atas harga yang berlaku umum. Sedangkan bagi penjual, tawar-menawar harga juga penting agar tetap mendapatkan keuntungan.

- Apakah proses tawar-menawar juga berlaku ketika membeli properti? Tentu saja, tapi Anda perlu mengetahui trik dan tips agar penjual/pemilik properti tidak tersinggung dan bisa terjadi kesepakatan harga. Cara ini biasanya dilakukan dalam jual-beli bangunan yang sudah pernah dihuni sebelumnya (second). Sedangkan untuk rumah atau apartemen baru, pengembang (developer) atau pemilik biasanya sudah mematok harga tersendiri. Dalam hal ini, pembeli biasanya juga tidak bisa melakukan penawaran. Tapi Anda bisa menunggu penawaran khusus dari para developer yang sering memberikan bonus-bonus diskon pada waktu-waktu tertentu, khususnya pada saat menggelar pameran bersama.

- Tapi jangan pernah mengajukan harga di hari pertama Anda melihat sebuah rumah. Karena ketika Anda pertama kali melihat rumah dan ternyata langsung menyukainya, biasanya yang bekerja adalah emosi Anda. Sehingga terkadang Anda menganggap harga yang ditawarkan sangat murah dan ingin segera untuk membeli rumah tersebut tanpa menawar terlebih dulu. Dan pastikan Anda mendapatkan sejumlah informasi berikut ini sebelum menawar harga rumah atau apartemen.

1. Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai lokasi perumahan, luas tanah dan bangunan, posisi rumah apakah strategis atau tidak, kondisi lingkungan termasuk keamanan dan kenyamanan, fasilitas dasar yang dibutuhkan seperti telepon, listrik, air bersih dan sampah.



2. Perhatikan kondisi rumah atau apartemen yang akan Anda beli. Cermati apakah jika Anda memutuskan untuk membelinya, properti tersebut memerlukan perbaikan atau tidak.

3. Cari tahu berapa lama rumah atau apartemen tersebut sudah ditawarkan. Maksudnya apakah waktu penawarannya sudah lama atau baru saja. Ini penting agar Anda memiliki gambaran tentang respons calon pembeli lainnya terhadap unit tersebut.

4. Carilah informasi tentang harga rumah atau apartemen yang ditawarkan tadi. Apakah sama dengan unit yang lain dengan kondisi yang sama dan di wilayah yang sama. Informasi ini berguna sebagai latar belakang Anda untuk melakukan penawaran harga.

5. Informasi tentang alasan pemilik menjual rumah atau apartemen miliknya juga perlu Anda dapatkan. Ini bisa berasal dari tetangga dekatnya. Misalnya, apakah pemilik menjual unit rumahnya itu karena alasan yang sangat mendesak, atau sekadar untuk mendapat keuntungan karena dia telah berinvestasi dalam bentuk unit properti.

6. Kemudian berdasarkan info-info di atas, hitunglah perkiraan harga yang wajar untuk rumah yang Anda inginkan dan sesuaikan dengan anggaran biaya Anda.

7. Jika Anda tidak ada waktu untuk melakukan itu semua, Anda bisa menyewa appraisal independent untuk menilai rumah yang Anda taksir, dan meminta mereka untuk memberikan berapa nilai wajar dari rumah dan berapa nilai liqudasi yang akan di keluarkan bank. Biasanya informasi yang mereka berikan lebih akurat dibanding jika Anda melakukannya sendiri. Tetapi Anda harus merogoh kocek Anda sekitar Rp 1 juta-Rp 1,5 juta untuk jasa appraisal independent tersebut.

8. Siapkan rencana untuk membuka penawaran harga kepada pihak penjual sesegera mungkin. Jangan sampai Anda terlambat oleh orang lain yang lebih dulu menawar.

9. Saatnya memulai transaksi tawar menawar. Karena pada umumnya penjual memasang harga di atas harga rata-rata, Anda bisa membuka harga di bawah harga taksiran pribadi. Jika penjual menawarkan harga yang berada di atas harga pasaran, tawarlah harga itu sehingga mendekati atau bahkan sesuai dengan harga pasaran yang berlaku di wilayah tersebut.

10. Tawar-menawar juga membutuhkan kejelian sekaligus kemampuan bernegosiasi.  Proses ini bisa berlangsung dalam waktu beberapa hari atau minggu, tergantung kesepakatan kedua belah pihak dan di level mana nilai harga rumah tersebut telah sesuai dengan bayangan Anda.

Trik Cari KPR

Kini, sebagian besar orang yang ingin segera memiliki rumah, cenderung mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) dari perbankan. Apakah Anda juga memilih cara ini? Sebenarnya sah-sah saja apalagi jika belum memiliki dana yang cukup untuk membeli secara tunai dan ingin segera mendapatkan tempat tinggal sekaligus bisa menjadi investasi.

Namun, sebelum menentukan bank yang nantinya menjadi pilihan akhir, ada baiknya Anda mensurvei KPR dari masing-masing bank. Nah, melalui ”observasi kecil-kecilan” ini, Anda bisa mengetahui suku bunga KPR termurah sehingga meringankan cicilan Anda nantinya. Selanjutnya, bisa membantu Anda membayar tagihan KPR setiap bulan, bukan? Untuk itu, berikut ada beberapa tips yang bisa menjadi panduan :

- Pinjam Dana Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

Artinya, besar dana yang Anda perlukan untuk membeli sebuah produk properti sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan maupun kemampuan saat membayar di kemudian hari. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama, tentukan jenis properti yang akan dibeli. Kemudian, bandingkan dengan harganya, apakah sebanding (worth) atau tidak? Satu lagi, jangan terjebak dengan promosi dari bank karena bisa merugikan nantinya. BIsa-bisa, Anda tak sanggup membayar cicilan KPR sehingga lama kelamaan menunggak.

- Jangan Asal Pilih Bank

Sebaiknya Anda memilih bank yang memang memiliki portofolio, reputasi dan kredibilitas yang baik ketika hendak meminjam KPR.  Profil bank yang terpercaya akan memudahkan Anda melakukan hubungan kerjasama pinjam-meminjam. Bonusnya, pihak bank bisa memberi rekomendasi produk properti karya developer yang terpercaya.



- Perhatikan Suku Bunga  KPR

Setelah menentukan bank yang menjadi pilihan untuk mengajukan KPR, langkah selanjutnya yang Anda lakukan yakni membandingkan suku bunga yang mereka tawarkan. Nasabah cenderung menginginkan suku bunga KPR tetap sehingga jumlah cicilan KPR nantinya tidak melonjak semakin tinggi. Namun, dalam kenyataannya ada kenaikan dan penurunan suku bunga (bergerak dinamis). Oleh karena itu, Anda harus siap menghadapi kenaikan suku bunga yang akan dibayar nantinya.

- Perhatikan jangka waktu kredit

Jangan abaikan prinsip utama meminjam KPR dari bank yakni semakin lama jangka waktu pinjaman maka semakin besar biaya bunga yang akan kita bayar. Sekilas, lama waktu pembayaran akan mengecilkan jumlah cicilannya. Namun, jangan salah, besar bunga yang kita bayarkan justru akan semakin besar. Untuk itu, pikirkanlah semuanya matang-matang. Kumpulkan semua data-data dan informasi selengkap mungkin. Usahakan pilih jangka waktu sesingkat mungkin. Lagi-lagi, tentu saja disesuaikan dengan kemampuan Anda. Dengan begitu, Anda siap untuk mengambil KPR dan memiliki rumah idaman baru.

Bisnis Property Tanpa Modal

Banyak jalan menuju Roma. Kalimat tersebut begitu menyiratkan bahwa apapun bisa terjadi dan tercapai jika ada keinginan kuat. Terlebih di jaman sekarang ini yang penuh dengan tantangan dan perjuangan. Bagi siapa saja yang tidak bisa bertahan dan lambat, maka akan tertinggal jauh dari mereka yang cekatan.

Begitu pula dalam meraih satu keberhasilan dalam berbisnis, tidak peduli apapun itu bentuknya. Tapi bagaimana jika Anda tidak memiliki modal cukup? Menggeluti peluang bisnis dan peluang usaha properti atau yang biasa orang sebut real estate agent ini bisa menjadi pilihan yang menarik sekaligus terobosan bagi Anda yang tertarik dapat mencobanya.

Selain tidak membutuhkan modal, pekerjaan ini cukup mudah untuk dilakukan, tidak menyita waktu, tidak membutuhkan tempat dan yang paling menarik adalah komisinya yang cukup besar. Kunci utamanya adalah Anda harus pantang menyerah serta kerja keras. Dan akan lebih baik jika kita mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi atau pandai dalam memberi harga. Hal ini berkaitan dengan seberapa besar kita mendapat keuntungan dan kerugian yang akan kita peroleh.

Namun usaha ini harus didukung dengan niat kita untuk berusaha secara maksimal. Karena hampir semua orang dapat menekuni bisnis ini asalkan mempunyai kesabaran dan keuletan dalam menjalankannya. Hal yang harus Anda perhatikan untuk memulai agar dapat menemukan produk properti sehingga mengetahui dimana memperolehnya sumbernya antara lain:




1. Iklan Baris

Biasanya cara yang gampang untuk melakukan ajang jual-beli adalah melihat iklan di surat kabar. Jika memang sudah menemukan, sebaiknya segera ditindak-lanjuti agar tidak didahului orang lain.


2. Memasang iklan

Selain mencari-cari iklan tentang jual-beli properti, ada baiknya Anda juga mengiklankan diri. Dengan maksud mempublikasikan jasa Anda bagi siapa saja yang ingin membeli atau menjual properti.


3. Mendatangi Satu Lokasi 

Karena sifatnya independent atau mandiri, maka sudah seharusnya Anda berjuang sendiri. Siapa tahu, ketika sedang melakukan pencarian, Anda secara tidak sengaja menemukan yang memang dicari-cari.


4. Kontak Agen Properti

Anda juga dapat bekerja sama atau menitipkan produk properti yang akan dibeli kepada agen properti. Tujuannya untuk memberitahu Anda seandainya ada properti dengan harga di bawah harga pasar, terdesak untuk menjual, atau ada return minimal 10%.


5. Pengadilan

Mendengar namanya saja pasti membuat kebanyakan orang takut. Tapi untuk kasus yang satu ini justru sebaliknya, karena terkadang terdapat properti-properti sitaan yang terkena masalah hukum. Nah, biasanya jika si pemilik tidak dapat menebusnya, maka akan menjadi hak pengadilan dan menjadi barang lelangan yang biasanya harganya menjadi lebih murah.


6. Teman dan kenalan

Manfaatkan segala peluang yang ada, dengan mencari cara untuk memperoleh kesempatan dan keuntungan lebih. Jika sudah terjalin erat, tidak ada salahnya Anda menanyakan kepada teman dekat atau kenalan yang mungkin ingin menjual properti.


7. Klub Investasi

Perkumpulan ini merupakan sumber dana yang lumayan besar. Pasalnya mereka yang tergabung didalamnya pasti berpenghasilan besar atau memiliki usaha lain yang menghasilkan.


Jika beberapa sumber di atas dapat Anda jalankan, maka langkah selanjutnya yang tidak kalah penting yaitu melakukan negosiasi dengan si pemilik properti. Bila Anda telah bertemu dengan pemilik properti, maka kita dapat melakukan penawaran dengan harga yang lebih “mahal” dari yang diminta. Memang agak aneh, tapi tujuannya adalah dengan “menaikkan” harga dari yang diminta si penjual maka kita dapat “meminta” sesuatu dari si pemilik properti.

Misalnya, Anda minta waktu perpanjangan 3 bulan atau 6 bulan sebelum dibayar lunas. Sedapat mungkin lengkapi dengan surat perjanjian antara Anda dan si penjual. Setelah mendapatkan dokumen persetujuan itu, maka Anda bisa mulai mencari pembeli sehingga tidak perlu mengeluarkan uang atau modal sendiri. Dan dengan tenggang waktu 3-6 bulan tersebut, maka Anda mempunyai cukup waktu untuk mencari pembeli. Untuk lebih menarik si pemilik properti untuk tetap hanya “terikat”, maka dapat ditambahkan dalam perjanjian bahwa juga akan “membagi” komisi yang Anda terima sebesar 20–30%.

Sedangkan untuk dokumen properti, Anda dapat bekerjasama dengan orang yang dipercayai serta berkompeten dalam hal ini. Alangkah baiknya juga membuat kartu nama yang dapat dibagikan saat menawarkan properti yang akan dijual, guna membantu bila orang tersebut ingin menghubungi Anda. Kini, selamat meraih keuntungan.

Trik Jual Rumah

Turunnya tingkat suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akhir-akhir ini sedikit banyak mendorong orang untuk membeli properti. Belum lagi, dorongan ini semakin besar dengan baliho-baliho di jalan yang menyebutkan penawaran menarik dari properti yang mereka jual.

Apakah Anda juga terpicu untuk membeli rumah pada saat ini? Jika ya, sebaiknya pikirkan baik-baik karena efeknya bisa menguntungkan ataupun merugikan. Kalau Anda membeli pada saat yang tepat kemungkinan besar properti bisa Anda miliki sekaligus menjadi investasi. Sebaliknya, Anda bisa kehilangan banyak hal termasuk materi karena membeli properti ketika suku bunga KPR meningkat tajam.

Seperti yang Anda ketahui, orang cenderung membeli rumah pada saat harga menurun dan menjual rumah ketika harga sedang naik dengan harapan bisa meraup keuntungan lebih banyak. Saat Anda berposisi sebagai penjual, tentunya ada alasan khusus bagi Anda untuk menjual properti. Bisa jadi karena Anda harus pindah rumah, butuh dana, dan sebagainya. Beberapa saran yang bisa diberikan bagi penjual rumah yakni:

    * Jangan jual rumah pada saat musim hujan. Ada banyak alasan kenapa musim hujan membuat rencana Anda menjual rumah menjadi berantakan. Mulai dari tampilan rumah yang tidak terlihat menarik karena basah dan lembab, genangan air di sekitar rumah hingga calon pembeli yang suka menunda mendatangi rumah Anda karena kehujanan/terjebak banjir.



    * Jangan pernah menyebutkan alasan yang sifatnya pribadi saat Anda ditanya oleh calon pembeli rumah tentang motivasi menjual rumah. Misalnya, Anda jujur sudah tidak cocok dengan tetangga sehingga akhirnya ingin menjual rumah, Anda bermasalah dengan finansial, dan lain-lain. Sekilas hal-hal yang tampak sepele di mata orang lain ini akan menurunkan minat mereka untuk membeli rumah seharga yang Anda inginkan. Bisa jadi, mereka tidak berminat dengan rumah Anda.

    * Yang jelas, cantumkan secara jelas harga rumah yang Anda jual. Anda bisa menyebutkannya ketika memasang iklan di koran, majalah, katalog, situs penjualan rumah online, mailing list (milis), dll. Kebanyakan pembeli yang serius, pastinya akan sangat detil mencari harga rumah yang pas dengan kantong mereka. Dan, sebagian besar dari mereka cenderung tidak serius membeli rumah jika tidak ada kejelasan harga dari penjualnya.

    * Anda masih bingung menetapkan harga jual terbaik untuk rumah? Ingat saja 4 hal penting ini dan Anda akan melihat calon pembeli serius mendatangi Anda:

1. Cermati harga pasaran untuk lokasi dan kondisi properti Anda

2. Tingkat suku bunga KPR saat ini

3. Apa tipe properti yang Anda miliki

4. Cari tahu harga properti yang ada disekitarnya

    * Tidak yakin bisa menjualnya sendiri dengan harga yang Anda tawarkan? Tanyakan saja kepada 2-3 agen properti dan Anda akan bisa mengira-ngira sendiri harga yang pas untuk rumah Anda.

Pindah Rumah

Anda ingin menempati sebuah hunian baru? Jika ya, pastinya Anda akan mulai pindahan rumah ya. Biasanya karena banyaknya perabot yang akan dipindahkan, orang cenderung untuk menggunakan mobil angkut. Kedengarannya praktis namun Anda perlu mencermati barang-barang tersebut ketika hendak diangkut supaya jangan sampai tercecer, rusak, dan sebagainya. Untuk itu, Anda perlu menentukan penempatan ketika meletakkannya di mobil angkut.

Kira-kira, apa saja yang perlu Anda persiapkan sebelum mengepak dan menaruhnya di mobil angkutan? Baca dulu tips berikut ini:

   1. Pertama, dahulukan kegiatan mengepak barang-barang. Sebaiknya Anda pilah pilih dan pisahkan barang mana saja yang akan segera dipacking. Buat dua kategori untuk perabot-perabot  ini yaitu kelompok yang mudah dan aman diangkut, kelompok yang harus diangkut dengan hati-hati, dan kelompok barang yang digunakan setiap hari maupun tidak setiap hari.
   2. Lalu, isi kardus tersebut, dan kalau bisa dengan satu jenis barang/kebutuhan, misalnya kardus khusus buku, majalah, mainan, hiasan, dan sebagainya. Selain tidak mudah rusak, Anda pun mudah memberi nama pada kardus, tidak sulit ketika mencari dan mengeluarkannya barang-barang itu. Juga berikan pewangi atau kamper untuk jenis barang tertentu, untuk menjauhkan dari hewan-hewan perusak.
   3. Untuk mengelompokkan barang berukuran kecil maupun pernak-pernik, Anda bisa membungkusnya / melapisi dengan kertas koran. Tujuannya, supaya tidak mudah pecah, tergores, dan lain-lain. 
   4. Bila memungkinkan, cicil waktu pindahan jauh-jauh hari. Tujuannya supaya tidak semua barang menumpuk saat dipindahkan.
   5. Untuk mengangkut barang, sewa mobil angkut barang yang memiliki kapasitas sesuai kapasitas perabot Anda. Kadang lebih baik menyewa mobil besar supaya sekaligus bisa mengangkut barang lebih banyak, daripada bolak-balik beberapa kali, karena menghemat waktu dan biaya.
   6. Punya barang-barang yang sekiranya tidak Anda gunakan lagi? Anda bisa mempertimbangkan untuk memberikannya kepada orang lain.
   7. Hati-hati saat memindahkan barang pecah belah. Sebaiknya packing dengan baik agar tidak pecah. Begitupula dengan dokumen penting dan barang berharga, sebaiknya dipisahkan dan Anda sendiri yang menyimpannya agar tidak hilang saat pindahan.
   8. Jika Anda memiliki anak-anak sebaiknya mereka dititipkan dulu di rumah nenek atau saudara. Bisa saja mereka justru merepotkan dan mengganggu sehingga waktu pindahan menjadi lebih lama.




Jika semua urusan ‘pindahan’ Anda sudah berangsur beres dan selesai, selanjutnya memastikan pengaman pintu-pintu, kuncinya telah rapi semua. Jika perlu, bisa mengganti kunci pengaman dengan yang baru, terutama demi keamanan. Lalu, segera kenalkan diri Anda kepada ketua RT dan warga setempat, terutama tetangga terdekat, agar keberadaan Anda diketahui. Dengan begitu, Anda siap menempati rumah baru di lingkungan yang baru pula. Setelah pindah, jangan lupa memberitahukan alamat baru kepada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti bank, agen koran dan lainnya yang secara rutin mengirim sesuatu (barang ataupun dokumen) ke alamat sebelumnya.

Cari Rumah Idaman

Memilih tempat tinggal bukan berarti hanya memikirkan biaya yang diperlukan untuk membeli dan merenovasinya. Anda juga perlu lho mencermati hunian seperti apa yang paling Anda butuhkan. Karena Anda kan  yang akhirnya akan tinggal disana? Apalagi jika Anda sudah berkeluarga, pasti Anda ingin tinggal dengan nyaman dan kerasan, bukan?

Sekali lagi, pemikiran seperti ini juga penting. Anda hanya perlu meluangkan waktu untuk menjawab beberapa pertanyaan ini.

- Usia berapa Anda saat ini?

- Saat ini, Anda lajang atau sudah berkeluarga?

- Jika sudah berkeluarga, berapa jumlah anak Anda?

Tiga pertanyaan ini adalah awal dari tindakan Anda ketika memilih rumah idaman. Jangan sampai hunian yang sudah Anda beli justru menyulitkan Anda untuk bepergian, membeli barang kebutuhan sehari-hari dan  menghabiskan banyak ongkos.


Apa saja yang penting untuk Anda?

    * Seberapa penting jarak rumah dengan kantor/sekolah/tempat usaha Anda?
    * Sejauh ini, apa saja yang Anda perlu persiapkan saat mencari rumah idaman?



Apapun jawaban Anda, semuanya berhubungan dengan transportasi umum yang akan Anda gunakan sehari-hari. Meski yang Anda gunakan saat bepergian hanya kendaraan dan transportasi umum seperti bis, ojek, angkot, kereta api, hingga taksi, hal ini bisa menguras uang dan tabungan Anda nantinya. Apalagi kalau Anda tiba-tiba sering kekurangan uang karena pengeluaran Anda habis untuk ongkos bepergian.


Apakah rumah Anda berdekatan dengan sanak saudara dan teman?

Tapi bukan berarti Anda tidak dapat hidup mandiri tanpa bantuan dari saudara dan teman. Tujuannya, agar Anda tidak perlu repot ketika harus pergi ke rumah saudara, teman atau kerabat dan cepat mendapatkan bantuan dari mereka dalam keadaan darurat.

Selain dekat dengan saudara dan teman, rumah Anda sebaiknya juga tidak jauh dengan:

    * Pertokoan, bisa berupa shopping center, supermarket, pasar, berikut ATM, dan sebagainya.
    * Rumah sakit dan fasilitas publik lainnya seperti apotik, sarana olah raga, pom bensin, terminal bis, dan lain-lain.

Jangan khawatir, kini banyak real estate dan apartemen yang didesain khusus dengan berbagai fasilitas umum. Tentu saja, ini semua akan memudahkan hidup Anda dan menciptakan gaya hidup tersendiri untuk Anda sekeluarga.


Anda sudah berkeluarga? Pikirkan juga yang ini!

Kini, sasaran utama sebagian besar pihak pengembang perumahan dan hunian vertikal adalah mereka yang baru membangun keluarga alias pasangan muda maupun keluarga kecil. Oleh sebab itu, fasilitas yang dibangun di sekitar real estate dan apartemen biasanya berupa:

    * Tempat penitipan anak
    * Pre school dan TK
    * Sekolah Dasar
    * Sekolah Menengah Pertama (beberapa real estate)

Selain fasilitas pendidikan, Anda juga perlu memikirkan tempat terbaik untuk berekreasi. Tempat-tempat ini tidak mutlak dan bisa disesuaikan dengan minat Anda sekeluarga. Misalnya anak-anak Anda lebih senang berenang di hari libur, mencari buku terbaru di toko buku, berjalan-jalan ke kebun binatang, museum atau sekedar menyaksikan film di bioskop. Sebaiknya semua minat ini tak berjauhan dengan rumah Anda sehingga Anda sekeluarga bisa kerasan tinggal di dalamnya.


Jangan abaikan hal-hal berikut ini:

    * Tempat tinggal yang bergaya seperti apa yang benar-benar Anda inginkan? Minimalis, pedesaan (country), klasik, atau neo klasik?
    * Apakah Anda nyaman tinggal di dalam kota ataupun sedikit jauh dari pusat kota?
    * Sudah tepatkah hunian yang Anda temukan dengan kebutuhan Anda sehari-hari?
    * Apakah rumah Anda berdekatan dengan kawasan pabrik? Kemungkinan lingkungan di sekitar menjadi bising, berdebu, dan panas.

Trik Beli Rumah

Membeli rumah berarti juga memikirkan banyak aspek yang akan menyertainya, mulai dari sisi hukum, keuangan hingga emosional Anda sebagai penghuninya. Jadi, jangan tunggu diri Anda mengalami kesalahan membeli rumah gara-gara mengesampingkan tiga aspek diatas ya. Disini, kami sudah membuat daftar kesalahan yang tak sepatutnya terjadi (Jadi, jangan sampai tindakan Anda termasuk didalamnya ya!). Hmm, apa saja itu?

- Berlari sebelum berjalan. Artinya, jangan sampai Anda melupakan persiapan sebelum memutuskan membeli rumah, seperti terlalu buru-buru melihat rumah, meneliti iklan rumah yang ada di katalog, surat kabar maupun di situs penjualan properti.

Kalau sudah begini, bukan kemudahan dan keuntungan yang Anda dapatkan malahan sebuah bencana. Mereka yang kurang sreg dengan rumah barunya kemungkinan akan berkomentar seperti ini, ”Ah, bukan rumah ini yang saya inginkan”, “Ternyata ada rumah lain yang lebih bagus dan saya baru menemukannya”,  “Harga rumah ini terlalu mahal” dan sederet keluhan lainnya.

Well, kalau ini semua terjadi pada Anda, apalagi yang bisa Anda lakukan selain tetap tinggal rumah tersebut? Makanya, pikirkan lagi hal-hal penting lain yang bisa Anda temukan sebelum membeli dan mendiami rumah tersebut. Misalnya, Anda perlu berdiskusi dengan anggota keluarga untuk menanyakan pendapat mereka ataupun apakah Anda bisa menyerahkan biaya renovasi kepada si penjual rumah sehingga Anda bisa membeli rumah tersebut dalam keadaan yang lebih baik/lebih layak.




- Terpaksa mengeluarkan uang banyak untuk membeli rumah. Tentu saja, Anda tidak mau kan punya rumah yang kecil dan jelek? Bila Anda ingin membeli rumah second, carilah penjual yang juga menyediakan furnitur di dalamnya. Harga rumah yang Anda beli akan sepadan dengan apa yang Anda dapatkan di dalamnya. Rumah yang bersih, nyaman plus furnitur yang mendukung besar rumah tersebut. Jadi, Anda bisa menghemat uang untuk pembelian perabot. Kalaupun perlu membeli perabot yang baru, Anda bisa membatasi pembelian perabot yang benar-benar diperlukan saja.


- Terlambat menyadari Anda perlu agen. Apa jadinya ketika tak ada satupun rumah Anda beli, sementara Anda benar-benar membutuhkan rumah baru dalam waktu segera? Tentunya Anda baru terpikirkan untuk menggunakan jasa agen properti bukan?

Kini, menemukan agen tidak sesulit yang dibayangkan. Anda bisa mencari mereka melalui katalog rumah, situs penjualan rumah dan surat kabar. Namun, jangan sampai Anda terjebak dengan penggunaan agen ini. Pastinya, Anda ingin segera mendapatkan rumah yang sesuai dengan keinginan, bukan? Selain menggantungkan informasi dari agen, cari tahu juga harga pasaran rumah tersebut sesuai lokasi, luas tanah dan bangunan berikut fasilitas di dalamnya. Sehingga Anda tidak akan kecewa dengan jasa agen dan mendapatkan rumah idaman sesegera mungkin.

- Menunggu dan menunggu rumah idaman.

Rumah idaman boleh menjadi impian, namun bukan berarti Anda menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkannya. Banyak pembeli tidak sadar melakukan kesalahan ketika ingin mendapatkan impian rumah idamannya. Hasilnya, keinginan mendapatkan rumah yang berlokasi strategis, gaya rumah, ukuran, kondisi dan fasilitas di dalamnya. Karena saking inginnya membeli rumah impian, banyak dari masyarakat kita yang mengulur waktu dan tenaga saat mencari rumah. Kalaupun sudah menemukan hunian yang kira-kira pas dengan idaman, mereka cenderung mencari yang lain dengan harapan dapat menemukan yang lebih baik lagi.

Akibatnya, harga tanah dan rumah akan semakin meningkat (mahal) dan ujung-ujungnya, membeli rumah di bawah standar rumah idaman. Alasannya karena sudah lelah mencari dan sebagainya.

Anda tentu tidak mau terjebak dalam keadaan seperti ini, bukan? Kuncinya, fokuskan pencarian rumah idaman dengan menetapkan yang Anda mau dan Anda butuhkan. Lalu, seleksi rumah mana saja yang kira-kira cocok dengan impian Anda.


- Jangan lupa cek dan ricek. Maksudnya, disini Anda perlu melakukan pentingnya mengecek keadaan rumah saat pertama kali melihat dan ketika hendak membayar rumah yang Anda beli. Mengecek lebih baik daripada harus merenovasi sendiri, bukan? Paling tidak, Anda bisa menghemat biaya renovasi Rp 2.000.000,- hingga Rp 5.000.000,- untuk kerusakan-kerusakan kecil di rumah.

Negosiasi Beli Rumah

Kebanyakan orang cenderung memikirkan harga ketika ingin membeli properti. Bahkan disaat tingkat KPR sudah menurun, para pencari rumah tetap menomorsatukan nominal harga rumah yang ditawarkan oleh si penjual. Harapan si calon pembeli, mereka bisa mengira-ngira apakah ia dapat membeli rumah tersebut atau tidak.

Menurut Pakar Perunding dan Pengelolaan Direktur Properti Pencarian dan Negosiasi Spesialis dari www.county-homesearch.co.uk Jonathan Haward, Anda perlu yakin dan percaya saat ini persaingan tidak hanya datang dari terbatasnya lahan dan perumahan, namun juga dari jumlah calon pembeli.

Untuk itu, Anda perlu meneliti dan memeriksa jenis rumah yang akan Anda beli. Mulai dari mengumpulkan informasi mengenai perumahan lalu negosiasi dengan penjual rumah tersebut. Dalam menampung informasi, bedakan antara kebutuhan dan selera Anda terhadap rumah idaman. Siapa tahu Anda mendapatkan rumah idaman sesuai yang Anda inginkan?

Selanjutnya, lakukan analisis pasar yang berguna untuk memudahkan Anda menawar harga. Mengetahui dan menetapkan kisaran nominal tertentu memungkinkan Anda untuk mendapatkan harga rumah yang pas dengan kantong Anda. Secara tidak langsung, hal ini akan membuat si penjual mengerti apa yang dikehendaki si pembeli. Jadi, ketika ia akan menjual rumah lainnya, penjual sudah lebih mengerti selera pasar.

Dalam bernegosiasi, hendaknya Anda mengingat bahwa Anda sebagai pembeli akan memiliki hubungan kontrak dengan penjual. Pastikan Anda berdua menggunakan akal sehat ketika membuat kontrak tersebut. Antara penjual dan pembeli kemungkinan akan berada  di bawah tekanan ketika membicarakan kontrak karena banyak sekali yang akan dibicarakan didalamnya seperti soal harga, fasilitas rumah, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi keduanya untuk mengembangkan kepercayaan.




Ingin bernegosiasi dengan baik? Pelajari yang ini dulu:

1. Mendengarkan dan memahami si pemilik rumah

Tujuannya tak lain agar Anda mengerti juga alasan si pemilik rumah menjual rumahnya sehingga Anda berdua dengan mudah mengutarakan tawar-menawar harga yang tepat dan cocok.

2. Berkata Jujur

Menyampaikan apa adanya tentang rumah yang akan Anda beli. Ungkapkan yang Anda lihat dan rasakan, kalau perlu buatlah si pemilik rumah senang dan bangga pada rumahnya. Tanyakan juga alasan kenapa dia ingin menjual rumahnya, jangan sampai di kemudian hari, Anda bermasalah dengan rumah baru tersebut.

3. Tawar-menawar yang Efektif

Buatlah perhitungan yang matang terlebih dahulu atas rumah yang akan Anda beli dengan memperhatikan secara keseluruhan bangunan tersebut. Perkirakan harga yang pas untuk hunian tersebut, barulah bernegosiasi sehingga tidak perlu tawar-menawar terlalu lama.

4. Sebutkan Harga Anda

Ketika Anda menentukan akan membeli sebuah rumah, pastikan nominal uang yang dimiliki. Jika terjadi tawar menawar, berikan harga terendah dahulu. Jika si pemilik rumah meminta lebih maka lakukan tawar-menawar dengan harga yang sekiranya Anda sanggup untuk membayarnya.

5. Teliti Sebelum Membeli

Membeli rumah layaknya membeli sebuah barang. Maka jangan hanya tergiur harga murahnya saja tapi juga teliti secara keseluruhan isi rumah tersebut. Baiknya, Anda melihat dan periksa seluruh bagian rumah dan tanyakan kepada si pemilik. Dari sini Anda dan penjual bisa saling mengetahui kekurangan rumah tersebut.

6. Surat-suratnya jelas

Jika kesepatan telah terjadi antara kedua belah pihak maka tinggal Anda membuat surat perjanjian jual-belinya. Periksa satu persatu kelengkapan berkas-berkasnya. Jangan sampai ada satu kekurangan atau pun. Lalu segera lakukan keabsahan kepemilikan rumah tersebut di hadapan notaris atau kantor hukum terkait.